Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, April 23, 2018

berjaga-jaga dan tetap setia




Baca:  Matius 24:45-51
"Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya yaitu, ketika tuannya itu datang."  Matius 24:46

       Sesungguhnya kalau kita peka, semua tanda kedatangan Tuhan itu sudah ada di sekitar kita.  Ini adalah zaman untuk bersiap sedia!  Inilah saatnya kita hidup selaras dengan firman Tuhan dan tidak sembrono lagi.  Dan saatnya pula menetapkan prioritas-prioritas atau pilihan hidup yang benar, serta tidak lagi menabur dalam daging melainkan menabur dalam Roh (baca Galatia 6:8).  Mulai hari ini  "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan di bumi."  (Kolose 3:2) seperti yang dilakukan Paulus:  "...kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."  (2 Korintus 4:18).

     Menyadari bahwa kita benar-benar hidup pada zaman akhir sebagaimana dikatakan Alkitab, kita pun harus lebih sungguh-sungguh melayani Tuhan dan menggunakan kesempatan yang ada untuk memberitakan Injil kepada teman-teman atau kerabat kita yang belum diselamatkan, sebab waktunya hampir habis.

     Tuhan Yesus pun memberikan peringatan, "Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar."  (Matius 24:43).  Jadi, tidak ada pencuri yang akan mengumumkan waktu kedatangannya ke suatu rumah sehingga si tuan rumah akan bersiap siaga.  Ini hanya gambaran tentang kedatangan yang tak terduga.  Dalam hal ini Yesus tidak sedang mengidentifikasikan diriNya sebagai pencuri.  Maka dari itu marilah kita memposisikan diri sebagai seorang hamba yang setia, yang  tetap tekun mengerjakan setiap tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita, apa pun bentuknya.

     Apa yang akan kita perbuat seandainya kita tahu sisa hidup kita ini hanya tinggal sebulan atau setahun lagi?  Waktu, tenaga dan materi yang kita punya akan kita gunakan untuk apa?  Meski banyak orang tidak percaya akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, hal ini sama sekal I tidak akan mempengaruhi atau mengubah kedatanganNya.  Dia akan segera datang!  Tidak peduli apakah kita percaya atau tidak, siapa tau tidak siap.  Ini hanyalah masalah waktu!  

"Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya yaitu, ketika tuannya itu datang."  Matius 24:46

TUHAN YESUS MEMBERKATI 

Kasih Mengatasi Kebencian



KASIH MENGATASI KEBENCIAN
ROMA 12:17-21.

Paulus menulis bagian ini sebagai tanda kehidupan orang Kristen, yaitu harus menyalurkan kasih yang sudah diterima oleh kita melalui Tuhan Yesus Kristus kepada orang-orang di sekitar kita. Juga, khususnya kepada orang-orang yang menyakiti hati kita atau mengadakan permusuhan dengan kita. Bagaimana kasih dapat mengatasi kebencian?

1. JANGANLAH MEMBALAS KEJAHATAN DENGAN KEJAHATAN (ay 17-18).
Kehidupan orang Kristen harus berbeda dengan orang-orang dunia, bahkan Paulus menekankan: “Lakukanlah apa yang baik bagi semua orang”. Tidak mudah berbuat baik kepada SEMUA ORANG, kita hanya baik kepada orang yang baik dengan kita, tetapi kalau kita ada KASIH maka kita harus melakukan perbuatan baik kepada semua orang, termasuk kepada orang-orang menyakiti kita bahkan yang melukai kita. Apakah Anda memiliki pengalaman menang atas kebencian karena ADA KASIH KRISTUS? Ceritakan!

2. MENYERAHKAN PEMBALASAN SEBAGAI HAK ALLAH (ay 19).
Kehidupan orang Kristen harus mengerti firman Tuhan yang mengatakan: “Berilah tempat kepada murka Allah”, karena “Pembalasan itu adalah hak-Ku”. Pembalasan manusia itu penuh dengan emosi, terlalu subyektif (menurut pandangan sendiri), hanya mau menghancurkan dan bukan mendidik atau membangun. Sedangkan Tuhan memberi pembalasan adalah karena Ia mau mendidik manusia agar lebih baik. Jadi pembalasan Tuhan itu pasti diakhiri dengan HAPPY ENDING. Apa pengalaman Anda berkaitan dengan kebenaran ini?

3. MENGASIHI MUSUH DENGAN TINDAKAN (ay 20).
Ternyata mengasihi musuh harus melalui tindakan, “Jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum”. Melalui tindakan ini maka kita mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (ayat 21), maka kita akan memuliakan Tuhan. Bukan hanya itu “kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya”, artinya memberi suatu tekanan dalam pikirannya, mengapa saya jahat, tapi orang Kristen itu baik kepada saya? Ceritakan bagaimana kasih mengatasi kebencian melalui tindakan kebaikan kita kepada musuh kita?


Tuhan Yesus Kristus Memberkati


Hidup untuk melayani Tuhan


Hidup untuk melayani Tuhan

selama kita hidup di dunia, kita melakukan apa saja demi TUHAN. Ketika kita menetapkan  pilihan untuk melayani Tuhan berarti kita harus berkomitmen bahwa dalam seluruh gerak aktivitas kita harus merupakan kegiatan demi Tuhan. karena kita milik-Nya, maka kita melakukan segala sesuatu demi Dia.
Paulus berkata: “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah   Allah dengan tubuhmu!”  (1 Kor.  6:20).
Karena kita sebagai orang percaya telah dibeli dengan harga lunas dibayar, yaitu oleh pengorbanan Yesus Kristus, maka dengan segenap hidup kita hanya melakukan kehendak Allah, dan dalam bahasa Paulus “muliakan  Allah dengan tubuhmu.”  
Dalam setiap kehidupan semua umat manusia, pasti pernah muncul sebuah pertanyaan dalam diri pribadi mereka masing masing.
" Mengapa saya hidup didunia ini, Tuhan? "
" Mengapa saya diciptakan Tuhan? "
Dan biasanya orang yang mempertanyakan arti hidupnya itu, ketika dia sedang berada di tengah tengah kehilangan gairah hidupnya. Entah karena hidupnya penuh masalah maupun karena sudah tidak kuat lagi menanggung beban berat.

Pasti kita juga pernah bertanya kepada Tuhan, ketika kita putus asa menjalani hidup ini. "Tuhan buat apa aku dilahirkan, hanya untuk menderitakah?"
Amsal 16 : 4b
" Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing masing "

Tujuan orang orang duniawi yang hidup didunia ini bermacam macam :
1.  Ada yang hanya sekedar mempertahankan hidupnya saja, yang penting bisa makan.
2. Ada yang sekedar untuk alasan biologis saja, mumpung masih hidup di dunia ini, saya akan          merasakan sepuas puasnya hal hal yang bersifat duniawi.
3.  Ada yang tujuannya untuk senang senang saja, hidup sekali kok susah. Tidak mau prihatin.
4. Ada yang tujuannya mengumpulkan kekayaan saja. Tidak ingat saudara, tidak terlalu mementingkan keluarga bahkan lupa kepada Tuhan. Yang penting uang. 
5.  Ada yang pasif, adem ayem, diem saja. Yang penting hidup tenang.

Tetapi kita sebagai orang orang Kristen tidak boleh sama serupa dengan orang orang duniawi.

Jadi, Kita diselamatkan bukan karena melayani, tetapi kita diselamatkan untuk MELAYANI.

Tuhan Yesus memakai siapa saja tanpa pilih pilih. Seperti Abraham yang sudah tua, Yakub si penipu, Yusuf yang dilecehkan saudara saudaranya, Musa yang gagap, Gideon yang miskin, Rahab yang seorang wanita sundal, Naomi yang janda, Daud yang affair dan memiliki masalah keluarga, Elia yang mau bunuh diri, Petrus si pemarah, Paulus si pembunuh dan lain lain.

Siapapun kita, bagaimanapun kondisi kita, seberapa besar dosa kita, jika kita bersedia dan mau di pakai oleh Tuhan. Tuhan akan memakai kita dan memberkati kita. Diberkatilah dan berbahagialah orang yang mau tergerak hatinya untuk dipakai Tuhan dan ingin dipakai Tuhan untuk MELAYANI TUHAN dan sesama.

Implikasi: orang yang melayani Tuhan ditandai dengan iri hati atau omelan melihat orang lain diberkati berakibat orang tersebut tertinggal alias tidak masuk dalam Kerajaan Surga. Sebaliknya, hendaknya kita melayani bagaikan hamba tidak ber-guna yang hanya melakukan apa yang harus kita lakukan (Luk. 17:10). Oleh sebab itu ucapkan syukur senantiasa kepada Tuhan atas berkat (seberapa pun) yang kita terima sebagai bentuk pemeliharaan-Nya.
Prinsip hidup seperti inilah yang membuat Paulus menjaga segenap hidupnya supaya terus berkenan kepada Allah.
Galatia  1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
Jadi semua yang kita kerjakan saat ini, haruslah dikerjakan hanya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan, dan bukan untuk kepentingan diri kita sendiri.
 TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI

Rahasia menghadapi akhir zaman



3 Sikap Hidup Orang Kristen di Akhir Zaman

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Petrus 4:7)
Hari-hari ini Kekristenan selalu menjadi sorotan dimana- mana. Ada yang mendapat sorotan yang baik ada pula yang mendapat sorotan yang kurang baik. Alkitab menuliskan kehidupan Kita bagaikan surat terbuka yang dapat dibaca semua orang, karna itu tiap orang percaya sepatutnya selalu mengawasi kehidupannya agar tidak menjadi batu sandungan sebaliknya harus menjadi berkat

Di akhir zaman ini, Petrus menuliskan bahwa setidaknya 3 sikap ini sepatutnya dimiliki oleh tiap orang percaya: 
1. Mampu menguasai diri. Hari-hari akhir ini ada banyak hal, ada banyak kejadian yang dapat memancing kita untuk berbuat dosa. Banyak orang mudah untuk marah, mudah terpancing melakukan hal-hal yang jahat bahkan tidak jarang ada orang yang rela untuk membunuh ataupun mengakhiri hidupnya dengan mudahnya tanpa berpikiran panjang. Jika kita mau selidiki, mengapa semua itu bisa terjadi? . Maka mungkin salah satu jawaban yang bisa temukan adalah karna satu perkara yaitu “tidak mampu menguasai diri”.

2. Jadilah Tenang. Tenang adalah kebutuhan semua orang. Tanpa ketenangan orang tidak akan mampu menjalani hidup ini dengan baik, sebaliknya ketika kita mampu untuk tenang maka kita dimampukan untuk menghadapi segala sesuatu dengan baik.

Alkitab sendiri mengatakan dalam Yesaya 30:15b “...dalam Tinggal TENANG dan percaya terletak kekuatanmu”, hal ini berarti bahwa ketika kita belajar untuk tenang maka ada kekuatan yang kita peroleh dari Tuhan untuk menghadapi setiap tantangan, persoalan hidup yang terjadi dalam hidup ini tentunya bersama dengan Tuhan. Sama seperti Daud yang mengatakan bahwa “hanya dekat Allah saja aku tenang” (Maz. 62:1).

3. Suka berdoa. Doa itu bukanlah perkara yang mudah, sebab sejatinya doa itu adalah bagaimana kita membangun hubungan dengan Tuhan. Karna itu jangan pernah berpikir bahwa berdoa itu hanya sebatas susunan kata-kata saja.

Oleh sebab itu diakhir zaman ini, hal yang tidak kalah penting untuk selalu dibangun adalah bagaimana kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan setiap waktu, sebab kita tidak tahu kapan akhir zaman itu akan tiba, namun jika kita ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita maka akhir zaman itu seharusnya tidak menjadi hal yang menakutkan bagi mereka yang selalu berjaga-jaga dalam menjalani kehidupan ini. 
Tuhan Yesus Kristus memberkati